Bahasa Erlang

Erlang adalah bahasa pemrograman yang diciptakan oleh Ericsson. Beberapa dekade lalu, Ericsson membutuhkan suatu bahasa pemrograman yang bisa memciptakan aplikasi-aplikasi dengan performa yang tinggi, high availability, near zero downtime, untuk digunakan pada operasional industri telekomunikasi. Setelah meneliti bahasa-bahasa yang ada waktu itu, tidak ada 1 pun yang memenuhi kriteria yang diinginkan, sehingga Ericsson memutuskan untuk menciptakan Erlang.

Erlang adalah bahasa pemrograman yang berparadigma fungsional.  Bahasa yang berparadigma fungsional sangat berbeda dengan bahasa yang berparadigma prosedural seperti C atau OO seperti C++ atau Java. Pada bahasa yang berparadigma fungsional, fungsi memegang peranan yang dominan. Salah satu contohnya adalah fungsi dapat menjadi parameter fungsi lain atau menjadi return dari fungsi lain. Paradigma fungsional cenderung lebih ekspresif dibandingkan prosedural atau OO yang berfokus kepada ‘langkah-langkah’.

Erlang digunakan untuk menciptakan aplikasi-aplikasi ‘server-side’ yang sangat reliable, high-perfomance, dan scalable. Satu contoh, aplikasi AXD301 dari Ericsson yang menggunakan Erlang mencapai 99,9999999% uptime. Artinya AXD301 dalam setahun hanya down selama kurang lebih 30 millisecond. Bayangkan, dalam 1 tahun, tidak sampai 1 detik! Contoh lainnya, aplikasi mobile chatting WhatsApp juga menggunakan Erlang. Untuk setiap mesin server WhatsApp, dapat menangani 1 juta koneksi dari Client, dan setiap satu server baru ditambahkan, berarti Server dapat menangani 1 juta client lagi.

Menurut situs Erlang di http://www.erlang.org, disebutkan bahwa Erlang merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun aplikasi bersifat real time system, dengan single assignment, dynamic typing, dan konkurensi. Pada awalnya bahasa Erlang digunakan di lingkungan Ericsson, salah satu pemain lama di dunia telekomunikasi, dan bahasa ini bersifat tertutup. Maka tidak heran jika ada yang menganggap bahwa Erlang merupakan singkatan dari Ericson Language. Padahal sejatinya bahasa pemrograman ini dibuat oleh ilmuwan komputer bernama Agner Krarup Erlang.

Tutorial ini akan membahas mengenai pengenalan bahasa Erlang, cara men-install-nya di Linux, serta demo sebuah program sederhana untuk sedikit mengenalkan Erlang ke pembaca.

Install Erlang di Linux

Erlang telah menyediakan file instaler untuk semua sistem operasi di situsnya dan dapat diunduh cuma – cuma (http://www.erlang.org/download.html). Tulisan ini dibuat dengan menggunakan Libre Office di distro Linux IGOS Nusantara (http://igos-nusantara.or.id/) dan editor teks nano di terminal. Sesuaikanlah dengan distro Linux ataupun sistem operasi yang anda pakai beserta editor atau IDEnya.

Karena berbasis Fedora/Red Hat, maka instalasi di distro linux IGOS Nusantara menggunakan perintah yum atau Gui di Yumex. Untuk distro Linux basis Debian/Ubuntu, gunakan perintah apt-get atau melalui GUI di Synaptic/Software Center. Untuk SUSE/Open SUSE dan turunannya gunakan perintah zypper atau melalui GUI di YAST. Sesuaikanlah dengan distro Linxu lainnya atau sistem operasi lainnya. Untuk Linux, anda harus menjadi root dulu (ketikkan su atau sudo su di terminal dan masukkan password root anda). Berikut untuk distro Linux IGOS Nusantara:

1
2
3
4
[certain-death@my-small-machine ~]$ su
Password:
bash-4.2#
bash-4.2# yum install erlang-ic

Biarkan proses berjalan hingga selesai. Untuk proses instalasi ini sediakan koenksi internet.

Memulai Coding Erlang

Saatnya memulai sebuah script Erlang. Berikan nama Halo dengan perintah untuk menampilkan sebaris kalimat saja. Mirip seperti standar Hello Word. Buatlah terlebih dahulu file bernama halo.erl

1
2
[certain-death@my-small-machine ~]$ touch halo.erl
[certain-death@my-small-machine ~]$ nano halo.erl

Isikan di dalamnya sebagai berikut :

1
2
3
4
5
6
% program awal : say halo doank wkwkwkwkwkk
-module(halo).
-export([start/0]).
start() ->
    io:fwrite("Halo, gue baru belajar erlang nih di linux, asyik\n").

Perhatikan, tanda % menyatakan komentar, sama seperti tanda # untuk beberapa komentar di bahasa pemrograman lainnya. Setelah selesai, tekan Ctrl X dan simpan (jika di editor Nano, sesuaikan dengan editor/IDE yang dipakai)

 

http://www.thegeekstuff.com/2010/05/erlang-hello-world-example/

http://www.erlang.org/course/course.html

http://www.erlang.org/download/getting_started-5.4.pdf

Jangan lelah dalam belajar. Tetap semangat. Open mind, open knowledge, with linux and open source. Keep sharing, keep learning..

by Junaidi PD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s