Ubuntu Akhirnya Merilis Ubuntu Phone OS dan Ubuntu for Android

ubuntu_akhirnya_merilis_ubuntu_phone_os_130103

Canonical akhirnya merilis sistem operasi ubuntunya untuk perangkat mobile. Sistem operasi tersebut dibuat untuk perangkat berbasis Android. Ubuntu Phone OS, nama dari sistem operasi tersebut, akan mendukung perangkat yang menggunakan prosesor ARM maupun x86, namun tak mendukung penggunaan Java Virtual Machine. Ubuntu Phones ini dijanjikan bisa digunakan pada ponsel berbasis Android dengan sedikit penyesuaian.

Langkah pertama Canonical dalam memperkenalkan ekosistem baru ini kepada publik dimulai pada bulan Februari tahun lalu, saat mereka memperkenalkan Ubuntu for Android kepada publik. Saat itu, pendiri Canonical Mark Shuttleworth mengatakan bahwa sistem operasi tersebut akan diluncurkan pada tahun ini.

Sampai saat ini, belum ada operator ataupun pembuat perangkat mobile yang mengatakan akan mendukung penggunaan sistem operasi tersebut, namun perangkat perdana dengan sistem operasi tersebut akan disediakan oleh pembuat perangkat Android high-end.

Ponsel berbasis Ubuntu Phone OS ini dijanjikan akan dirilis pada awal 2014, namun saat ini Canonical memiliki sejumlah ponsel untuk memperagakan sistem operasi tersebut.  Versi awal sistem operasi tersebut bisa diunduh dalam waktu beberapa minggu ke depan. Sampai saat ini, Ubuntu Phone OS baru mendukung penggunaannya pada perangkat Samsung Galaxy Nexus.

Antarmuka perangkat dengan sistem operasi Ubuntu ini mempunyai sejumlah fitur unik sebagai pembeda dengan kompetitornya. Navigasi perpindahan menu dalam Ubuntu Phones OS sepenuhnya memanfaatkan berbagai gestures yang mereka sediakan. Sepintas, gesture untuk mode multitasking mirip dengan yang digunakan oleh Microsoft dalam Windows 8 ataupun Windows RT-nya.

 

CHIP.co.id – Canonical akhirnya merilis sistem operasi ubuntunya untuk perangkat mobile. Sistem operasi tersebut dibuat untuk perangkat berbasis Android. Ubuntu Phone OS, nama dari sistem operasi tersebut, akan mendukung perangkat yang menggunakan prosesor ARM maupun x86, namun tak mendukung penggunaan Java Virtual Machine. Ubuntu Phones ini dijanjikan bisa digunakan pada ponsel berbasis Android dengan sedikit penyesuaian.

Langkah pertama Canonical dalam memperkenalkan ekosistem baru ini kepada publik dimulai pada bulan Februari tahun lalu, saat mereka memperkenalkan Ubuntu for Android kepada publik. Saat itu, pendiri Canonical Mark Shuttleworth mengatakan bahwa sistem operasi tersebut akan diluncurkan pada tahun ini.

Sampai saat ini, belum ada operator ataupun pembuat perangkat mobile yang mengatakan akan mendukung penggunaan sistem operasi tersebut, namun perangkat perdana dengan sistem operasi tersebut akan disediakan oleh pembuat perangkat Android high-end.

Ponsel berbasis Ubuntu Phone OS ini dijanjikan akan dirilis pada awal 2014, namun saat ini Canonical memiliki sejumlah ponsel untuk memperagakan sistem operasi tersebut.  Versi awal sistem operasi tersebut bisa diunduh dalam waktu beberapa minggu ke depan. Sampai saat ini, Ubuntu Phone OS baru mendukung penggunaannya pada perangkat Samsung Galaxy Nexus.

Antarmuka perangkat dengan sistem operasi Ubuntu ini mempunyai sejumlah fitur unik sebagai pembeda dengan kompetitornya. Navigasi perpindahan menu dalam Ubuntu Phones OS sepenuhnya memanfaatkan berbagai gestures yang mereka sediakan. Sepintas, gesture untuk mode multitasking mirip dengan yang digunakan oleh Microsoft dalam Windows 8 ataupun Windows RT-nya.

“Canonical hari ini meluncurkan sebuah antarmuka khusus untuk smartphone dari sistem operasi Ubuntu, yang menggunakan setiap sudut yang ada dalam layar untuk memperdalam pengalaman pengguna,” kata Canonical. Mereka menambahkan bahwa piranti lunak ini membidik dua segmen dari perangkat mobile, yaitu high-end dan entry-level smartphone.

“Kami melihat adanya kesempatan dalam penggunaan fungsi dasar ponsel dalam smartphone seperti telepon, SMS, web, dan email,  dimana performa Ubuntu sangat baik disana berkat inti aplikasi dan tampilan yang lebih baik,” ujar CEO Canonical Jane Silber.

ubuntu-phone-mockup

 

Ubuntu juga tersedia unutk device Android dual core arm.

ubuntu_android

Mark Shuttleworth mengumumkan kepada publik akan hadirnya sebuah kolaborasi antara sistem operasi yang ada di desktop dengan yang ada di telepon genggam. Sebuah kolaborasi yang kemudian disebut Ubuntu for Android ini membuat banyak orang kemudian ber-wow ria.

Sebagaimana diketahui Ubuntu adalah sistem operasi untuk desktop baik di rumah, sekolah, lab maupun kantor. Sedangkan Android adalah sistem operasi (yang biasa dijumpai) pada tablet, telepon genggam, jam tangan, hingga board ski.

Nah, Ubuntu for Android adalah sebuah sistem yang menghadirkan Android dan Ubuntu sehingga pengguna dapat menggunakan Ubuntu dari handphone Android hanya melalui monitor.

Namun, tidak hanya itu. Ubuntu for Android ini bukan sekedar mengakses Ubuntu dari Android melainkan menggabungkan keduanya ke dalam satu sistem operasi yang terpadu, seirama dan berjalan secara simultan. Ini adalah kolaborasi dua produk besar dan ternama dari dunia open source yang membuat kita terkagum.

Nyata sekali dan tidak dapat dipungkiri bahwa sifat open source yang ada pada kedua produk inilah yang menjadikan semuanya serba mungkin. Sifat terbuka dari kode sumber ini membuat developer paham akan isi masing-masing produk.

Dengan pahamnya isi produk maka akhirnya mereka mampu menyisipkan beberapa baris kode untuk menjadikan penyatuan ini mungkin. Jika salah satu bukan produk open source, apakah penyatuan ini tidak mungkin dilakukan? Mungkin, tentu saja.

Namun, akan memerlukan waktu yang jauh lebih lama dari yang dapat kita bayangkan. Dan pada akhirnya bisa menjadi tidak mungkin.

Katak Dalam Tempurung

Jangan jadi katak dalam tempurung, begitu bunyi pepatah kuno yang kita pelajari dulu sewaktu kecil. Dari sini kita belajar bahwa menjadi manusia yang cuma begitu-begitu saja itu tidak cukup baik. Harus mau membuka diri dan terbuka sehingga pada akhirnya belajar dan menemui banyak hal.

Ketika kita mulai membuka diri, ada saja sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Bisa tersenyum kala melihat kelucuan tingkah pengguna jalan, misalnya. Berkenalan hingga akhirnya akrab dengan seorang pujangga, mungkin. Mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik. Atau mungkin juga mendapatkan pasangan baru yang akan menjadikan hidup lebih berwarna. Ehm..

Begitu juga halnya dengan membuka kode sumber sebuah produk kepada publik. Dari sebuah produk yang, katakanlah cukup sempurna, bisa saja akhirnya hadir turunan produk dengan fitur lain yang belum pernah dipikirkan.

Mungkin juga akan hadir add-on atau plugin yang menjadikan produk lebih berkualitas. Atau bisa juga akhirnya produk ini menjadi lebih sempurna dan lebih berharga untuk pengguna maupun pembuatnya. Semuanya serba mungkin.

Tanpa disadari, menjadikan sebuah produk sebagai open source juga telah membuat kompetisi menjadi lebih hidup. Kode sumber yang dapat diakses oleh siapa saja dan keterbukaan untuk menjadikannya lebih baik menjadikan semuanya ikut andil dan berlomba untuk menjadikannya lebih baik. Semuanya berlomba untuk berkontribusi.

Ada yang dengan niat mengasah pengetahuan dan kemampuan. Ada yang cuma sekadar mengisi waktu luang. Ada juga yang mungkin berharap namanya akan tercatat dalam sejarah.

Ada banyak bukti yang bisa disebutkan dari produk open source yang menjadi lebih baik, baik produk maupun pengembangnya. Sebut saja Apache, Firefox, OpenOffice, MySQL, GIMP, Audacity, FileZilla, dan masih banyak lagi.

Semuanya berinovasi dan berkembang dengan pesat serta lebih cepat — bahkan kadang dari yang dibayangkan sebelumnya. Pada akhirnya, banyak produk yang berbondong-bondong menyusul menjadi open source. Ada webOS dari HP, YSlow dari Yahoo!, HijackThis dari Trend Micro dam sensor HAL dari Sony.

Open source pada kenyataannya membuat semua pihak menang dan menjadi lebih baik. Toh, pada hakekatnya kita semua ingin membuat dunia ini menjadi lebih baik.

Mengutip sebuah kalimat dari orang bijak yang saya dengar ketika mengikuti Pramuka waktu sekolah dulu, banyak kepala itu lebih baik dari satu kepala saja.

Chip online dan ubuntu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s